Artikel

Sabtu, 29 April 2017

Generasi Emas dari Pesantren #MutiaraKampungDamai 3

Sumber Dokumentasi Pribadi
Main Hall UNIDA
Jum’at, April 28, 2017

Malam ini mahasiswa UNIDA Gontor kedatangan tamu besar, yang sangat ditunggu-tunggu. Beliau adalah Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) KH Hasan Abdullah Sahal. Hampir empat bulan lamanya saya tidak mendengar pidato beliau yang memiliki ciri khas tersendiri, ringan tapi berat, santai tapi serius, guyon tapi ngena pokoknya bagi yang belum pernah mendengar pidato beliau saya sarankan main ke channel Gontor TV deh.

Kamis, 27 April 2017

Mengembalikan Fungsi Masjid - CIC 2017 #MutiaraKampungDamai 2

Main Hall - Sumber IG Indra Ari Fajari 

Ponorogo, Jum'at 21 April 2017

Sedikit mengulas mengenai #MutiaraKampungDamai disingkat MKD, adalah tulisan saya berdasarkan mutiara-mutiara hikmah yang saya temukan di Kampung Damai. Setidaknya dalam perspektif pribadi banyak sekali hal-hal yang saya temukan disini yang kaya akan nilai-nilai kehidupan, keilmuan, filosofis dan lain sebagainya. Dalam MKD kedepanya tak hanya acara di kampus saya, namun nasehat, wejangan, dan apapun yang menurut saya berharga akan saya posting. Harapanya agar saya pribadi terlebih lagi rekan pembaca sekalian dapat mengingat hal-hal tersebut.

Rabu, 19 April 2017

Momen Pilkada DKI #MutiaraKampungDamai 1

Masjid Jami' UNIDA Gontor - Sumber FB Achmad Farid

Ponorogo – Rabu,19 April 2017

Rabu kali ini bukanlah Rabu biasa, karena hari ini adalah hari penentuan di Ibukota Jakarta antara Pemimpin kafir dan Pemimpin Muslim. Memang benar efek pilkada DKI Jakarta kali ini sangatlah besar, jangka waktu yang cukup panjang menimbulkan efek yang sangat besar dalam dunia Islam, di Indonesia maupun di dunia.

Minggu, 16 April 2017

Jajanan Si Nenek #TeriakanTakTerdengar

Ilustrasi (Sumber Google)

Baru saja membaca blog tetangga yang cukup dekat dengan saya, dan jujur saja saya banyak belajar dari penulis ini, bisa dikepo-in di setiawanparusa.wordpress.com. Ada hashtag menarik di blog beliau yang menarik yakni #petuahjalanan, yang ingin saya tiru dan poles sedikit.

Tulisan kali ini tak beda jauh dengan tulisan sebelumnya, bercerita mengenai kehidupan yang mungkin tak semua orang melihatnya. Bukan kali pertama saya melihat nenek-nenek menggendong tempat berbentuk seperti ember namun dari anyaman bambu (saya kurang tau apa namanya), kalau dirumah saya biasa digunakan untuk ibu-ibu penjual jamu gendong. Kembali ke nenek tadi, hampir tiap kali saya ada keperluan ke Kota Ponorogo kerap kali saya menemui nenek membawa gendongan tersebut. Hal ini membuat saya penasaran dan muncul banyak tanya di benak saya, apa yang dijualnya, dapat untung berapa, rumahnya dimana.

Minggu, 12 Maret 2017

Teriakan yang Tak Terdengar


Ponorogo - Sabtu, 11 Maret 2017

Lama mager mengisi blog usang ini, kali ini saya hendak bercerita pengalaman malam minggu saya dengan seorang teman sekamar yang kebetulan juga satu kelas dan satu kampus.

Tidak biasa pukul 22.30 wib saya keluar kampus untuk sekedar cari cemilan. Ditemani teman sekamar yang memang sama-sama hobi makan malam (benar-benar larut malam) dan sebuah motor sewaan yang entah cukup atau tidak bensinya kita melewati pos yang dijaga oleh satpam yang akrab dengan kami mahasiswa santri, seketika dia bertanya “arep nyandi to mas?“ kita spontan menjawab “nggolek susu jahe pak”, dengan senyuman kita melalui pos tersebut. Melewati jalan siman sampai kota Ponorogo ada yang agak aneh dimata saya, yaps, keramaian malam Kota Ponorogo yang jarang saya lihat dan saya baru tersadar bahwa ini malam minggu, yang menurut pendapat beberapa teman saya adalah malam yang cocok untuk keluar bagi kawula muda.

Kamis, 23 Juni 2016

Waspadai Depresi Diri




Beberapa waktu lalu saya membaca novel yang isinya mengejutkan, berjudul “Hujan” karya Tere Liye, isinya menyebutkan bahwa tahun 2040an ditemukan terobosan alat pemindai saraf otak yang dapat menghapus memori manusia, khususnya memori buruk, karena pada masa itu adalah masa dimana banyak manusia mengalami penyakit yang tak dapat disembuhkan hanya oleh obat kimia yakni depresi atau stress, bahkan psikiater pun tak mampu mengobatinya.

Selasa, 05 April 2016

Bergaul dalam perspektif Islam

Seiring berkembangnya waktu mulai banyak kata - kata baru yang digunakan kawula muda di zaman ini. Mulai dari baper, kepo, alay, galau dan lain sebagainya sehingga seakan - akan yang tidak menggunakanya dianggap ketinggalan jaman. Padahal jika kita perhatikan beberapa diantara kata - kata tersebut dapat menyinggung perasaan orang lain. Nah sebagai muslim kita harus mengetahui bagaimana seharusnya bergaul dalam perspektif Islam.


Semakin dewasa jasmani kita harus dewasa pula rohani kita